Warga Rantau Rasau Dambakan Bantuan PKH

0

Muarasabak, Kaswik (70), janda tua dan Darsinah yang sama – sama merupakan warga RT 08 RW 02, Kelurahan Bandar Jaya, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) mendambakan program bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Dimana saat ini, kedua keluarga tersebut tidak masuk dalam daftar PKH, namun mereka masuk dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Kedua keluarga Kelurahan Bandar Jaya ini, termasuk kategori keluarga yang kurang mampu dan dikatakan kehidupannya memprihatinkan. Terlebih lagi keluarga Darsinah, mereka sekeluarga memiliki keterbatasan dalam berbicara.

Saat disambangi dikediaman Darsinah, Nanak Sumantri yang merupakan salah satu warga setempat menceritakan kalau, keluarga Darsinah ini tinggal dirumah bersama anak dan suami yang bekerja sebagai petani. Saat ini, keluarga Darsinah pernah menerima bantuan dari Pemerintah berupa BPNT dan bantuan bedah rumah dibeberapa tahun yang silam.

“Selama ini baru menerima bantuan dari Pemerintah berupa BPNT. Kalau untuk bantuan lain tidak dapat. Dan ia juga mangaku, untuk makan sehari-hari saja terkadang dibantu masyarakat setempat,” cerita Nanak Sumantri, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Poktan Suka Maju.

Kemudian ia juga menceritakan tentang kehidupan Kaswik, janda tua yang tinggal sendiri dan pernah mendapat bantuan PKH dibeberapa tahun lalu.

“Kalau menurut cerita ibu Kaswik, ia dulu pernah dapat PKH. Entah mengapa saat ini tidak dapat lagi, Dia juga tidak tahu. Namun kalau bantuan BPNT dirinya masih dapat,” ceritanya lagi.

“Miris sekali saya melihatnya bang, saya pingin orang seperti ini lah yang mendapatkan bantuan. Bukan orang orang yang sudah mapan. Kalau orang seperti ini dapat rasanya puas hati saya. Namun apa daya, saya hanya bisa berharap pada Pemerintah agar masalah ini bisa diperhatikan,” harapnya.

Menanggapi hal ini, Mahmud, Ketua RT 08 RW 02 membenarkan, dan ia mengatakan bahwa, kalau Darsinah memang tidak dapat bantuan PKH, tapi dapat BPNT. Sedangkan dan Kaswik, dulu pernah mendapat bantuan PKH. Entah mengapa sekarang tidak dapat lagi. “Alasannya saya juga kurang paham. Untuk lebih jelas tanya saja langsung sama pengurus PKH,” katanya.

Sementara itu, Lurah Bandar Jaya Agus Purnomo melalui via Whatsapp mengatakan keprihatinannya terhadap warganya. “Saya sebagai Lurah juga prihatin dengan tingginya angka kemiskinan khusus nya di Kepura Bandar Jaya. Dikarenakan tidak Valid nya data yang kami terima dari Kemensos. Jika kami Validasi dan Verifikasi banyaklah data yang tidak tepat sasaran. Dalam hal ini terkait data yang tidak tepat sasaran berkenaan dengan program BPNT bagi kelurga kurang mampu,” katanya, Selasa (10/3) kemarin.

“Kami bersama aparat dan masyarakat melakukan Musyawarah Kelurahan (Muskel) sebagaimana mekanisme pada pedoman umum program sembako 2020 dengan melakukan pemutakhiran data DTKS yang dulu BDT yang selanjutnya di input oleh pihak Dinas Sosial dan di teruskan ke Mensos,” lanjutnya.

Lurah menambahkan, Bansos dari Kementrian sosial BPNT menjadi program sembako untuk Tahun 2020 indeks BPNT dinaikan bantuannya, yang semulanya 110 ribu/KPM/bulan menjadi 150 ribu.

“Harapan saya, program ini benar benar bermanfaat bagi masyarakat dan tidak di salah gunakan. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang tidak tahu aturan dan mikanisme yang telah di atur oleh Pemerintah,” pungkasnya. (SGT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here