Udara Tidak Sehat, Sekolah di Tanjabtim Diliburkan

0
91
Udara memburuk, Tim saat melakukan pemadaman disalah satu kebakaran di Tanjab Timur

Serumpuntimur.com,Muarasabak – Kebakaran yang terus terjadi, sudah berdampak buruk terhadap udara di Tanjab Timur. Berdasarkan hasil dari alat penyedia data polusi udara milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Tanjabtim, mencatat kualitas udara perhari ini Rabu (21/8) masuk dalam level tidak sehat.

Data yang dirilis DLH Tanjabtim ini dilihat pada pukul 11.00. berdasarkan data itu disebutkan bahwa kualitas udara kabupaten dinilai berbahaya untuk kesehatan. Pengukuran kualitas udara dilakukan menggunakan parameter PM atau particulate matter 2,5 yang tersedia di DLH.

Baca juga : http://serumpuntimur.com/wow-karena-karhutla-penderita-ispa-meningkat/

Dengan tingkat polusi tidak sehat/ kualitas udara di Tanjabtim, dapat mengakibatkan gangguan pada pernapasan berupa paru-paru/terutama pada kelompok penderita udara sensitif dengan risiko tinggi.

“Sesuai dengan grafik dan hasil perhitungan, kualitas udara ambien paramaeter PM 2,5 masuk level tidak sehat,”ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tanjab Timur Gustin Wahyudi.

Selain itu lanjut Gustin, pihaknya juga menghimbau masyarakat penderita sensitif udara dan masyarakat umum lainnya agar mengurangi kegiatan di luar ruangan. Dan bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dianjurkan untuk mengenakan masker untuk menghindari atau guna menangkal polusi udara.

“Kita telah menyurati OPD terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Tanjabtim agar segera mengambil kebijakan,”lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tanjab Timur Juneidi Rahmat mengaku telah mengambil kebijakan terkait memburuknya udara di Tanjab Timur. Pihaknya telah meminta Kepala Sekolah meliburkan sekolah.

“Karena kwalitas udara sudah tidak sehat tentu menjadi dasar kita. Jadi karena masuk level tidak sehat anak sekolah, kita liburkan,”ungkapnya.

Namun jelasnya, tidak semua tingkatan sekolah yang diliburkan. Juneidi Rahmat merinci, sekolah yang diliburkan adalah sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar mulai dari kelas 1-5. Libur sekolah ini akan dimulai pada hari Kamis (22/8) hingga (24/8) mendatang.

“Setelah 3 hari ini akan kita evaluasi. Kita akan lihat kembali level udara kita berdasarkan pantauan dari DLH. Kalau sudah membaik tentu anak akan masuk kembali,”katanya.(Amir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here