Tiga Wartawan Liputan Tanjabtim Diperiksa,  Organisasi Wartawan Tanjabtim Kecewa 

0
127

Serumpuntimur.com,Muarasabak-Tiga orang wartawan yang bertugas liputan diwilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur,  kamis (8/11), di panggil penyidik Polres Tanjabtim. Ketiga wartawan yang berinisial E,  O,  dan H,  di periksa di ruang Tipiter Sat Reskrim Polres Tanjabtim mulai pukul 10.00 WIB,  sampai pukul 16.00 WIB.

Pemeriksaan ketiga wartawan tersebut, terkait adanya  laporan dari PT Indo Nusa Agro Mulya yang bergerak di bidang perkebunan sawit  berlokasi di Kelurahan Pandan Jaya,  Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjabtimur.  Dimana,  pihak perusahaan tidak terima dengan pemberitaan pada, rabu (15/8), tentang Puluhan Karyawan PT Indonusa Tuntut Upah Lembur Yang Tidak Sesuai.

Dari laporan dan pemeriksaan terhadap ketiga wartawan tersebut, membuat beberapa organisasi pers Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang terdiri dari Persatuan Wartawan Tanjab Timur (Pewarta), dan Aliansi Jurnalis Tanjab Timur (AJT) merasa kecewa dan menyayangkan pemeriksaan yang dilakukan penyidik Polres Tanjung Jabung Timur.

Seharusnya penyelesaian peraoalan ini terlebih dahulu harus mengacu pada UU Pers No 40 Tahun 1999 Tentang Pers dan Dewan Pers.

Menurut  Jumi Panjaitan selaku Ketua Pewarta saat dikonfirmasi beberapa awak media menuturkan, karya jurnalis yang memuat berita tentang PT Indonusa Agro sesuai dengan UU Pers dan kode etik.

“Menurut saya, berita yang ditayangkan oleh kawan-kawan media tersebut telah sesuai dengan UU Pers dan Kode Etik Jurnalis. Yaitu berdasarkan narasumber yang memberikan keterangan. Walaupun di sini belum adanya stetment dari pihak lain. Namun mereka sudah ada upaya melakukan konfirmasi dengan mendatangi perusahaan dan upaya pesan Whats App. Tetapi tidak digubris oleh pihak managemen perusahaan,” ungkap Jumi.

Seharusnya, lanjut Jumi,  terkait pemberitaan tersebut apabila merasa keberatan, harus memberikan hak jawab dan hak koreksi. Bukan malah melaporkan. Karena media adalah sebagai jembatan informasi publik.

“harusnya pihak perusahaan melakukan somasi terlebih dahulu ke redaksi dan memberikan hak jawab yang bersifat bantahan dari narasumber pertama. Bukannya malah wartawan yang dilaporkan. Itu jelas salah,”ucap Jumi.

Sementara itu,  Kasat Reskrim Polres Tanjabtim AKP Gopma membantah, jika penyidik Polres Tanjabtim melakukan pemanggilan wartawan.
“Terkait ada informasi penyidik polres tanjabtim melakukan pemanggilan wartawan tidak benar, bahwa pada saat itu ada informasi dari pihak perusahaan ke polres Tanjabtim tentang,  adanya  salah satu pihak dari perusahaan yang menyampaikan, bahwa ada pembayaran gaji upah lembur yang tidak dibayarkan, sehingga pihak penyidik melakukan komunikasi sama pihak wartawan dan mengklarifikasi tentang berita tersebut, apakah benar atau tidak, hanya sebatas informasi dan belum ada Laporan Polisi.
Dan bukan wartawan yg dilaporkan pihak perusahaan,”ungkap Kasat Reskrim melalui pesan singkat via WA kepada salah seorang wartawan. (Rst) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here