Semakin Meriah dan Diminati, Bupati dan Wakil Bupati Hadiri Mandi Safar

0
38
Bupati, Wakil Bupati dan Kapolres Tanjab Timur beserta Forkopimda saat memberikan telur kepada wisatawan

Serumpuntimur.com, Muarasabak – Kegiatan adat Mandi Safar di Pantai Babussalam Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu semakin menarik. Buktinya, wisatawan yang datang di kegiatan yang digelar Rabu (7/11) membeludak. Bukan hanya Wisatawan lokal, wisatawan dari mancanegara, packpager, blogger, fotografer dari Pulau Jawa juga menjadi saksi perhelatan Mandi Safar tahun ini.

Mandi Safar tahun ini juga berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini wisatawan juga menikmati hiburan dengan didatangnya Nelvi KDI dan grup pelarak pantang alias Wak Kocai.

Bupati Tanjab Timur, H. Romi Hariyanto mengatakan, semakin banyaknya wisatawan pada kegiatan Mandi Safar akan memberi dampak yang positif bagi Kabupaten Tanjab Timur. Sebab, dengan adanya wisatawan yang berkunjung ke Tanjab Timur akan berdampak pada perekonomian masyarakat, khususnya para pedagang.

Namun, H. Romi mengingatkan masyarakat Tanjab Timur, ditengah upaya Pemda Tanjab Timur, menggalakan promosi destinasi wisata, Bupati meminta agar masyarakat Tanjab Timur khususnya yang destinasi wisata agar ramah dan mudah berbaur dengan wisatawan.

Sebab, dengan keterbatasan infrastruktur, maka pelayanan dan penghormatan kepada wisatawan sangat penting agar menjadi ciri dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

”tunjukan kalau kita adalah masyarakat yang mudah senyum, ramah terhadap pengunjung,”harapnya.

Sejalan dengan itu, Pemda Tanjab Timur juga akan terus melakukan peningkatan infrastruktur agar mempermudah wisatawan menjangkau destinasi yang ada di Tanjab Timur. Selain itu, kedepan Pemda Tanjab Timur, akan mengupayakan pembangunan home stay.

”Tahun ini kita sudah bangun Jembatan, tahun depan kita akan bangun jalan dari air hitam laut ke Pantai Cemara,”tegasnya.

Sementara itu, KH. AS’AD Arsyad menjelaskan, Mandi Safar merupakan tradisi adat yang sudah ada secara turun temurun di Air Hitam Laut. Dia mengeaskan, Mandi Safar hanya tradisi bukan syariat. Tradisi ini dilestarikan syarat akan muatan religius dan menjadi tempat wisata masyarakat.

”Ini bukan syariat, ini hanya tradisi yang dilestarikan,”tegasnya.(amir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here