Puskesmas Mendahara Catat 15 Kasus DBD Terhadap Anak dan Remaja

0
Foto/Net

Serumpuntimur.com,Muarasabak – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Mendahara cukup menghawatirkan. Berdasarkan catatan Puskesmas Kecamatan Mendahara 2019 ini, sudah ada 15 kasus. Ngerinya, DBD ini menyerang anak-anak dan remaja.

Kepala Puskesmas Arlandi Kasmas mengatakan, sudah ada beberapa kasus DBD di Kecamatan Mendahara. Salah satunya Affan (4) warga Jalan Gotong Royong RT. 14 Kelurahan Mendahara Ilir.

Affan mengalami demam pada hari Senin malam dikediamannya. Karena timbul rasa khawatir akhirnya kedua orang tuanya ke Puskesmas Mendahara. Setelah diperiksa Affan mendapatkan Diagnosis Medis (MDM).

Dikatakan, saat ini pasien atas nama Affan masih mendapat perawatan dan telah dirujuk.”Saat di periksa Tes DBD dengan alat praktis, hasilnya positif, Tes di Labor Trombositnya bagus belum dikatakan DBD hanya demam Dengue,”ungkap Arlandi Kasmas Senin (17/6).

Dijelaskan, hingga hari Kamis, Trombositnya masih tetap bagus, kemudian pada hari Jum’at Trombositnya sudah mulai turun dan dapat dikategorikan demam DBD, akhirnya segera di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Nurdin Hamzah Muara Sabak.

“Selama empat hari rawat inap di Puskesmas, dari hari pertama sampai hari ke empat, pasien An Affan selalu di cek untuk Trombositnya bagus dan untuk cairannya terus diberikan Impus Cair hingga menghabiskan 14 Impus,”jelasnya.

Lanjut Arlandi, sebagai langkah antisipasi, penyemprotan Fogging akan dilakukan terutama di rumah pasien untuk mencegah mewabahnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DMD) dan diseputaran lokasi setempat dengan jangkauan radius kurang lebih 100 M. Apalagi saat ini sudah tercatat ada 15 kasusu dari kurun waktu Januari ke Juni 2019. Kasus ini, tersebar dibeberapa Desa dan Kelurahan

Makanya, Kepala Puskesmas menghimbau kepada masyarakat khususnya Kecamatan Mendahara, agar selalu Menjaga Kebersihan Lingkungan (MKL), khusus untuk DBD akan rutin dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M. Selain itu pemberian bubuk Abate selama tiga bulan sekali guna memberantas bibit nyamuk.

Jika ada masyarakat yang belum mendapatkan bubuk abate segera minta ke Puskesmas Mendahara dengan gratis. dan setiap tahunnya juga akan diadakan penyuluhan tentang kewaspadaan DBD.

Untuk diketahui, Demam Berdarah Dengue (DBD) termasuk salah satu jenis penyakit yang perlu diwaspadai bagi para orang tua, sebab DBD pada anak bisa dibilang memang cukup berbahaya. Virus penyakit ini dibawa dan ditularkan oleh gigitan nyamuk dan biasanya terjadi di daerah Tropis dan Subtropis.

Orang yang terinfeksi Virus ini untuk kedua kalinya memiliki resiko yang jauh lebih besar terserang penyakit parah. Membutuhkan Diagnosis Medis (MDM) untuk menangani penyakit ini, gejala yang ditimbulkan adalah demam, ruam, serta nyeri otot dan sendi. Pada kasus yang parah terjadi pendarahan hebat dan Syok, serta dapat membahayakan nyawa.(Amir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here