Posisikan Peta Kerentanan Pangan, Dewan Ketahanan Pangan Tanjabtim Gekar Rakor

0
70
Tampak dari kiri Dinas Ketahan Pangan Provinsi Jambi, Asisten I Setda Tanjab Timur, Kadis Ketahanan Pangan Tanjab Timur, dan Narasumber

Serumpuntimur.com,Muarasabak-Guna memposisikan peta kerentanan pangan, berdasarkan food security an vulnerability atlas (FSVA), dalam rangka mendukung penurunan angka kemiskinan dan stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Dewan Ketahanan Pangan Tanjung Jabung Timur, menggelar rapat koorinasi dewan ketahanan pangan smester I.

Acara yang dilaksanakan di aula gedung bersama Pemkab Tanjab Timur, rabu (21/8), di hadiri oleh seluruh camat, kepala OPD,  penyuluh pertanian, kepala satker, PPL, dan penyalur beras. tersebut berlangsung penuh dengan khidmat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanjab Timur Idris dalam sambutanya mengatakan, rakoor dewan ketahanan pangan ini, merupakan suatu bentuk dalam rangka peningkatan ketahanan pangan dan gizi di Wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dimana, dengan pelaksanaan rakor Dewan Ketahanan Pangan, nantinya akan mampu memantapkan koordinasi, implementasi dalam memantapkan antar instansu dalam membanbun ketahanan pangan di semua lini.

“salah satu tujuan rakor ini, bagai mana nantinya kita bisa  memantapkan koordinasi, implementasi dalam memantapkan antar instansu dalam membanbun ketahanan pangan di semua lini, serta meningkatkan peran serta semua element dalam menekan tingkat kerentanan ketahan pangan dalam mewujudkan ketahanan pangan dan gizi dan penurunan kerentanan stunting,”ungkap Idris

“dan dalam kegiatan ini akan lebih ditekankan diskusi, dimana akan diawali dengan pemaparan dari narasumber dan tim pokja ahli dewan ketahanan pangan provinsi jambi yang berkaitan dengan kegiatan perkembangan, dan kendala tindak lanjut upaya dalam pencapaian ketahanan pangan dan gizi di Kabupaten Tanjung jabung Timur,”tuturnya

Sementara itu, Bupati Tanjung Jabung Timur yang diwakili Asisten I Setda Tanjab Timur Sujipto dalam sambutanya mengatakan, berdasarkan pemetaan yang dilakukan pada tahun 2018, ada beberapa indicator yang membuat daerah rawan dengan ketahanan pangan, diantaranya yakni indikator indeks ketahanan pangan, indikator rasio komsumsi normatif, indikator persentasi penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Tanjung Jabung Timur sendiri, ada beberapa kecamatan yang dianggap rentan dengan upaya ketahan pangan, oleh karena itu, Tanjab Timur tergolong rentang ketahanan pangan seperti di Kecamatan dendang, kuala jambi, Rantau Rasau , dan kecamatan berbak.

Sedangkan kerentanan berdasarkan indikator stunting terdata di kecamatan Mendahara Ulu.

“di kesempatan baik ini, saya berharap agar bisa lebih disikapi, khususnya yang berkaitan dengan pertanian tanaman panganya. Karena, dulunya tanjabtimur merupakan lumbung pangan,”ungkap Sujipto

“Saya berharap, hasil kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh instansi terkait, dan menjadi acuan penetapan lokus wilayah interpensi, sehingga kita dapat bersama-sama menyelesaikan tugas mengentaskan daerah rentan pangan dan kemiskinan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat, serta penangan stunting,”pintanya

Tentunya, lanjut Sujipto, kerja sama sesuai dengan tugas pokok masing-masing dan komitmen sangatlah perlu, sebeb kerja sama dan komitmen merupakan kunci suksesnya kerja sama antar lembaga.

“komitmen dan kerja sama merupakan kunci suksesnya program,”ucapanya.(Oni)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here