Pemda Tanjabtim Dilaporkan Bidan ke Ombudsmen….

0
280
Romi Hariyanto saat menyerahkan SK pengangkatan

Serumpuntimur.com, Muarasabak – Tidak dibayarnya gaji Bidan PTT yang diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), selama 3 bulan oleh Pemda Tanjab Timur, berbuntut panjang. Secara diam-diam, Bidan PTT yang merasa haknya tak diberikan itu melapor ke Ombudsmen Perwakilan Jambi.

Mendapat laporan itu Ombudsmen, akan menindaklanjuti laporan para Bidan tersebut. Sebab, persoalan itu merupakan persoalan hak yang memang semestinya diterima para Bidan.

Diketahui, Bidan tersebut diangkat menjadi ASN pada bulan April, tapi 105 bidan yang mengabdi di Desa yang ada di Tanjab Timur itu hanya menerima gaji pada bulan Juli. Sisanya, April, Mei dan Juni tidak dibayarkan.

“Kita sudah layangkan surat klarifikasi, nanti kita juga akan turun ke Tanjab Timur, itu memang harus dibayar, itu terkait hak. Harus dibayar,” tegas Sopian Hadi Asisten Ombudsmen Perwakilan Jambi.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Kadis Kesehatan Kabupaten Tanjabtim Ernawati mengatakan, gaji rapel yang dimaksud memang tidak ada. Menurutnya, pengangkatan 105 bidan PTT menjadi PNS memang dilaksanakan pada April 2017. Namun para bidan tersebut baru melaksanakan tugas pada Juli 2017.

“Ini tertuang pada Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT) per 31 Juli 2017,”ungkapnya.

Dijelaskan, jika para bidan di Kabupaten Tanjabtim membandingkannya dengan bidan di Kabupaten lain, ada kemungkinan SPMT bidan di kabupaten lain itu bersamaan dengan pengangkatan mereka pada April 2017. Sementara di Tanjabtim meski para bidan diangkat menjadi PNS pada April 2017, namun SPMT baru dikeluarkan pada 31 Juli. (Amir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here