OPD Tanjabtim Terancan Hukuman 18 Bulan Kurungan

0
Foto Net

Muarasabak – Meski Tanjab Timur mendapat penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), tapi temuan terkait tingkat kepatuhan atau kerugian negara atas pekerjaan 2018 cukup besar. Mencapai Rp 7.138.076.085.20. Celakanya lagi, progress tindak lanjut penyelesaian ini tidak menggembirakan. Tercatat hingga Selasa (2/7), kerugian yang telah dikembalikan baru 14,7 persen, atau 1 Milyar.

Kepala Ispektorat Tanjab Timur Suhas Purojani melalui Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Yandi Eka Saputra mengatakan, selain memberikan edaran pihaknya juga telah mengambil langkah-langkah terkait temuan BPK tersebut. Salah satunya menyampikan tindak lanjut temuan BPK ke OPD terkait, kemudian melakukan monitor dan evaluasi tindak lanjut.

Baca juga : http://serumpuntimur.com/kerugian-negara-capai-7-milyar-terkait-pekerjaan-2018/

Jika dikemudian hari ada kesulitan pengembalian kerugian negera itu akan dilanjutkan ke Majelis Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR).

Dijelaskannya kepada OPD maupun rekanan, memiliki tenggang waktu selama 60 hari terhitung sejak 24 Mei hingga 24 Juli 2019 mendatang. Jika dalam batas waktu yang telah di tentukan belum ada tindaklanjuti maka akan ada tindak pidana yang telah diatur oleh Undang-Undang.

“sanksi dan hukum jelas sesuasi dengan ketentuan, hukuman 1 tahun 6 bulan, dan di denda sampai Rp 500 juta,”jelasnya.

Terpisah Bupati Tanjab Timur juga menegaskan agar apa yang menjadi temuan BPK RI agar segera ditindaklanjuti. Jangan sampai temuan itu tidak diselesaiakn dan menjadi persoalan hukum. OPD minta Bupati, harus tegas kepada pihak ketiga terkait apa yang menjadi temuan BPK-RI.”Itu pekerjaan di Kampung Laut, hamper total los kerugiannya mencapai 2 Mliyar. Jadi saya minta keuangan, sisa yang ada jangan dibayar,”tegas Bupati.

Sebelumnya, dalam pandangan akhir Fraksi, semua frakasi meminta agar apa yang menjadi temuan BPK-RI agar segera ditindaklanjuti atau diselesaikan.(Amir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here