Musrembangdes, Masyarakat Merbau Ajukan 151 Usulan

0
Kepala Desa Merbau Amiruddin saat memaparkan usulan prioritas Desa Merbau

Serumpuntimur.com,Muarasabak – Pemerintah Desa Merbau Kecamatan Mendahara melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang), untuk tahun anggaran 2021. Musrembang yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Merbau, Rabu (22/1), dihadiri langsung oleh Camat Kecamatan Mendahara Amri Juhardy.

Pada Musrembang ini, Pemdes Merbau mengajukan 151 usulan pembangunan yang tersebar disemua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Usulan itu merupakan rekap dari pra Musrembang yang dilakukan di 6 Dusun yang ada di Desa Merbau.”sebelum Musrembang Desa ini, kita telah melakukan Pra Musrembang. Hasilnya ada 151 usulan dari 6 dusun yang ada di Desa Merbau ini,”ungkap Kepala Desa Merbau Amiruddin.

Amir menjelaskan, usulan yang muncul dari masyarakat memang menjadi kebutuhan yang memiliki alasan. Dicontohkan, masyarakat Dusun Ria I, Dusun Ria II dan Dusun Wijaya II berharap agar dilakukan pembangunan jembatan permanen di RT 03 dan RT 04. Jembatan ini dibutuhkan untuk membuka akses menuju perkebunan nanas dan hasil pertanian serta perkebunan lainnya. Jika jembatan ini dibangun maka hasil panen masyarakat akan mudah dipasarkan karena memang jembatan yang diusulkan itu menghubungkan dengan jalan Pemda yang dibuka melalui TMMD beberapa tahun yang lalu.

“Begitu juga dengan jembatan permanen di Dusun Makmur. Kenapa itu diusulkan karena jembatan ini akan menghubungankan antara Desa Merbau dengan Desa Sungai Tawar dan selanjutnya ke Ibu Kota Kecamatan. Begitu juga dengan halte sungai, ini diusulkan karena selama ini anak sekolah cukup sulit untuk sekolah karena memang anak-anak Desa Merbau umunya sekolah ke Desa Bakti Idaman. Harus menyebrang Sungai,” jelasnya.

Selain itu tambah Amir, masyarakat khususnya Wali Murid mengusulkan akan dilakukan rehab berat ruang kelas SD. Kenapa ini menjadi usulan karena memang sejak tahun 81, ruang kelas tersebut belum pernah dilakukan renovasi.” Disamping itu cukup banyak juga usulan dari sektor pertanian dan perkebunan. Usualan itu berasal dari kelompok tani yang adaa di Desa Merbau. Dan ada pula usulan peningkapatan kapasitas seperti pelatihan Las, Menjahit dan Otomotif di Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi. Makanya, saya berharap usulan kita ini dapat diakomodir,”tambahnya.

Sementara itu Camat Mendahara Amri Juhardy menjelaskan, apa yang menjadi usulan masyarakat harus dipilah. Jika memang usulan itu pendanaannya dapat dilakukan menggunakan APBDesa, maka jangan lagi diusulkan di Kabupaten.”Ini saya lihat sudah cukup baik, karena jika dilihat dari eplening, apa yang diusulkan memang untuk menghubungkan antar Desa dan Ibu Kota Kecamatan. Ini memang menjadi harapan kita agar kedepan semuanya terkoneksi,”ungkapnya.

Amri juga mengingatkan, agar pembiayaan yang bersumber dari Desa jangan hanya berfikir soal infrastruktur. Anggaran Desa juga harus banyak menyentuh untuk peningkatan kapasitas masyarakat Desa, dengan memperbanyak pelatihan. Sebab, dengan cara itu diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Desa.”Akan tetapi dalam penggunaan anggaran harus tetap mengacu pada aturan yang ada,”kata Amri mengingatkan.(Rst)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here