Meskipun Tanjabtim Diguyur Hujan, Namun Kualitas Udara Masih Dilevel Berbahaya

0

Muarasabak, Meskipun beberapa Kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) telah diguyur hujan pada hari Senin (23/9) siang tadi, namun Indeks kualitas udara di bumi sepucuk nipah serumpun nibung masih di rata rata konsentrasi pm 2,5 mikron level berbahaya.

Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup Tanjabtim terus menghimbau, agar masyarakat selalu membatasi ketika berada diluar rumah. Dan jika itu mendesak, maka harus menggunakan masker yang telah direkomendasikan, yaitu masker jenis N 95.

“Real Time terakhirnya sudah menurun di level Tidak Sehat, namun rata rata konsentrasi pm 2,5 miKron masih berada dilevel Berbahaya,” tegas Gustin Wahyudi, selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tanjabtim ketika dikonfirmasi, Senin (23/9) sore tadi.

Ia berharap, indeks kualitas udara di Kabupaten Tanjung Jabung Timur kedepannya terus menurun. Karena mengingat adanya curah hujan.

Sementara itu, sesuai penghitungan diatas kondisi udara dalam keadaan Tidak Sehat, terjadi pada pukul 00.00 wib – 03.55 wib dan 15.00 wib – 15.55 wib. Untuk kondisi udara dalam keadaan Sangat Tidak Sehat, terjadi pada pukul 04.00 wib – 04.55 wib dan pukul 14.00 wib – 14.55 wib, sedangkan kondisi udara dalam keadaan Berbahaya terjadi pada pukul 05.00 wib -13.55 wib.

“Berdasarkan rata-rata kualitas udara parameter PM 2,5 Mikron pada hari Senin, 23 September 2019 mulai pukul 00.00-15.55 WIB di Kabupaten Tanjung Jabung Timur berada dalam kondisi Berbahaya, yaitu dengan nilai 303,616 gram/m3, di atas ambang batas yang telah ditentukan yaitu 65 gram/m3,” pungkasnya. (Hipni)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here