Maju Di Pilkada Tanjabtim, Juber Masih Menunggu Arahan Partai

0

Muarasabak, Memasuki tahun Politik di 2020 ini, tentunya menjadi agenda besar untuk perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Salah satunya, nama yang nantinya akan maju sebagai penantang petahana yaitu Muhammad Juber, Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Partai Golkar menyatakan sikap siap maju pada Pilkada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk merebut BH 1 TZ.

Pernyataan tersebut disampaikannya setelah munculnya isu yang santer di lapangan yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan maju pada Pilkada Tanjabtim, dengan alasan tidak mendapat restu dari keluarganya.

Namun dengan tegas Juber menampik isu yang tak bertuan tersebut. Dia mengatakan, bahwa saat ini dirinya sedang mempersiapkan langkah – langkah kedepan sejalan dengan arahan Partai.

“Yang jelas sekarang masih tahap proses. Berkenaan dengan itu, keluarga saya pun sampai saat ini masih melihat secara dinamis, artinya masih bergulir,” ujarnya.

Juber juga mengungkapkan, karena ini merupakan Pilkada serentak, maka dirinya harus melihat dulu kombinasi koalisi pada Pemilihan Gubernur di Provinsi Jambi, agar bisa sepaket dan sejalan.

“Makanya kita sekarang tidak bisa menentukan koalisi kemana. Harus meiching atau sepaket. Nanti kalau tidak meiching jadi susah. Jadi kita tidak bisa buru-buru menentukan arah koalisi kita disini dulu,” ungkapnya.

Yang jelas saat ini dirinya sudah berkomunikasi dengan beberapa Partai di Tanjabtim, seperti PDIP, NasDem dan Gerindra. Dengan modal 4 kursi yang dimiliki Golkar di DPRD Tanjabtim, pihaknya hanya tinggal mencari 2 atau 3 kursi lagi sebagai partai koalisi untuk maju di Pilkada Tanjabtim.

“Kalau di PDIP saya sudah mendaftar, tapi kalau di partai lain itu dinamis. Namun yang jelas, saya pribadi harus berpandangan dan melihat bagaimana dibentuknya kombinasi koalisi partai di provinsi,” jelasnya.

Disinggung terkait calon yang akan mendampinginya nanti, Juber belum bisa berkomentar. Pasalnya, Dia saat ini harus banyak berkoordinasi dengan partai, baik itu PDIP, Gerindra maupun NasDem. Jika Dia terlalu dini menyebutkan nama yang akan mendampinginya, takutnya nanti ada ketersinggungan.

“Artinya kami harus duduk bersama dulu dengan partai. Kalau terlalu cepat menyebutkan nama, seolah kita akan menutup pintu yang lain,” pungkasnya. (Hipni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here