Ketinggian Debit Air Kecamatan Berbak Capai 4,70 Meter

0

Muarasabak, Memasuki musim penghujan di tahun 2019 ini, membuat ketinggian debit air di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) mencapai 4,70 meter. Hal ini dikatakan langsung oleh Camat Berbak, M Yani ketika dikonfirmasi serumpuntimur.com Selasa (17/12) siang.

Ia memaparkan bahwa, ketinggian debit air di Kecamatan Berbak dalam kondisi normal hanya mencapai 3,80 meter. Sedangkan data terbaru kondisinya sudah mencapai 4,70 meter. “Tadi pagi saya ngecek ke tempat pengukuran air, berarti sudah ada kenaikan sekitar 90 centimeter,” paparnya.

Camat membandingkan, kalau data yang diperoleh dari pihak Tagana Provinsi Jambi dibawah Kementerian Sosial sama persis dengan data yang terdapat di lapangan. Karena itu, pihak Kecamatan akan meminta data terupdate setiap harinya dari pihak Provinsi Jambi tersebut. Selanjutnya akan dibandingkan dengan data dilapangan.

“Perkiraannya, sekitar bulan Januari 2020 mendatang debit air ini bisa tinggi, karena dipengaruhi dengan curah hujan yang ada di daerah uluan. Dan Kelurahan Simpang, merupakan Daerah tumpuan tempat curah hujan yang intensitasnya cukup tinggi,” ujarnya.

Kemudian ia menjelaskan, untuk wilayah di Kecamatan Berbak yang rentan banjir hampir terdapat di semua Desa, kecuali Sungai Palas. “Karena wilayah itu masuk daerah pasang surut. Sedangkan Telago Limo, Sungai Rambut, Rawasari, Rantau Makmur dan Kelurahan Simpang memang sudah langganan banjir. Dipresentasikan, debit air Kedepannya akan terus naik,” jelasnya.

Sementara itu, Rahmad Hidayat, selaku Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanjabtim menyebutkan, saat ini kondisi di Kecamatan Berbak sudah masuk siaga Tiga dan berpotensi air masih naik. “Berdasarkan ketinggian air ini, Pemerintah sudah menaikkan status menjadi siaga Tiga,” sebutnya.

Kondisi ini, lanjutnya, perlu menjadi perhatian serius. Karena sudah menjadi ancaman serius yang berpotensi terjadi di Tanjabtim. Karena ancaman banjir rob ini bisa terjadi diakhir tahun dan awal tahun.

“Jika ini terjadi, dipastikan kawasan pemukiman seperti di kampung laut, Nipah Panjang, Pemusiran dan Sabak Timur akan tergenang air. Hanya saja genangan air ini sifatnya hanya sementara. dan air kembali susut saat air laut dan air sungai surut,” pungkasnya. (Hipni)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here