Jembatan Salek Ancam Keselamatan Anak Sekolah dan Warga

0
76
Harus hati-hati, anak Sekolah Dasar saat menyebrang di Jembatan Salek, Dendang

Serumpuntimur.com, Muarasabak – Parahnya kerusakan jembatan Salek, Dusun Makmur, Desa Kuala Dendang Kecamatan Dendang, mengancam keselamatan anak sekolah dan warga. Kondisi lantai jembatan yang keropos dan lapuk serta tiang yang reot menuntut kehati-hatian yang ekstra jika menyebrang.

Bahkan, tidak sedikit anak sekolah dan warga telah terjatuh di jembatan ini. Tapi, mau tidak mau anak sekolah dan warga harus tetap melintas, karena jembatan Salek ini menjadi satu-satunya penghubung antar dusun.

“Tidak sedikit dari para pejalan kaki maupun Pengendara Roda dua menjadi korban parahnya kondisi jembatan,” ungkap Januari, warga desa Kuala Dendang.

Sejumlah pelajar sekolah dasar mengaku merasa takut jika melintas di jembatan tersebut. Namun mereka terpaksa menyebarang lantaran harus sekolah.

“Sudah banyak yang jatuh bang,” tambah Alif salah seorang pelajar Sekolah Dasar, Dusun Makmur.

Meski membahayakan, Jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat ini belum ada tanda-tanda akan mendapatkan Perhatian maupun Perbaikan dari Pemerintah daerah setempat.

Ditanya soal ini, Kepala Desa Kuala Dendang, Salman menjelaskan, Jembatan sepanjang 64 meter dan lebar 1,5 meter yang dibangun pada tahun 2012 menggunakan dana PNPM ini saat ini kondisinya memang memprihatunkan.

“Sekitar ratusan kepala keluarga mengalami kesulitan untuk mengakses Jembatan Salek ini. Jembatan Salek Sudah lima tahun keropos dan memprihatinkan,” ungkap Kepala Desa Kuala Dendang, Salman, Senin (01/10).

Salman mengaku telah berulangkali mengajukan perbaikan jembatan ke pemerintah kabupaten Tanjung Jabung Timur melalui Musrenbang. Namun hingga saat ini tidak ada respon positif, bahkan terkesan diacuhkan.

Dijelaskan, Jembatan Salek yang menjadi akses vital masyarakat Dusun Makmur dan Dusun Indah ini setiap harinya selalu dilalui anak sekolah. Demi jembatan dapat dilewati, warga setempat pun selalu bahu membahu dan gotong-royong memperbaiki jembatan dengan alat dan bahan konstruksi seadanya.

“ Katanya perbaikan jembatan ini tidak dapat menggunakan APBD, ya Alasannya karna minimnya anggaran yang ada. Tapi kedepan kami berharap ada solusi dari pemerintah daerah,” harapnya. (Rst)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here