Harga Kelapa Anjlok, Ini Saran Tim Peneliti Kelapa Dalam…

0
75
DR. Asnelly Ridha Daulay saat memaparkan hasil penelitiannya

Serumpuntimur.com,Muarasabak – Petani Kelapa Dalam di Tanjab Timur, mengalami persoalan yang cukup komplek. Harga Kelapa yang anjlok hingga 600 rupiah perbutir menjadi persoalan yang paling utama.

Dari hasil kajian pemeremajaan komoditi Kelapa Dalam di Tanjab Timir diketahui, harga Kelapa terlalu murah menjadi persoalan mendasar. Setidaknya ada 58,1 petani mengeluhkan harga.

“Disamping itu 29 persen persoalannya ada pada tanggul atau parit, sementara sulit ke kebun saat air pasang dikeluhkan 12,9 persen petani,”ungkap DR. Asnelly Ridha Daulay Tim Peneliti Balitbangda Provinsi Jambi yang bekerjasama dengan Balitbangda Tanjab Timur.

Untuk itu lanjutnya, DR Asnelly menyarankan agar Pemda Tanjab Timur, mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), untuk mengambil peran. BUMD diharapkan dapat membeli atau menampung hasil panen petani dan harga disubsidi pemerintah saat terjadi anjloknya harga kelapa seperti saat ini.

Sebab, dari data yang ada 42,9 persen petani mengharapkan ada peningkatan harga jual Kelapa. “Selain itu, Pemerintah juga harus mengupayakan agar ada hilirisasi komoditi Kelapa. Kita sudah harus berusaha bagaimana turunan kelapa seperti sabut dapat dimamfaatkan secara maksimal,”katanya. (Amir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here