Harga Beli Beras Petani Rendah,  Romi Sebut Bulog Belum Bersahabat

0
25
Bupati Tanjabtim H. Romi Hariyanto
Serumpuntimur.com,Muarasabak – Selain persoakan infrastruktur, persoalan rendahnya harga jual hasil panen menjadi kendala bagi petani Padi, Kedelai dan Jagung di Tanjab Timur. Meski hasil panen melimpah belum tapi belum mampu mengembirakan petani karena nilai jual masih dibawah harapan.
“Ada dua persoalan petani kita. harga masih kurang baik saat musim panen. Disamping itu Infrastruktur juga belum memadai, seperti tanggul, irigasi dan sulitnya melaksanakan irigasi teknis,”ungkap Romi Hariyanto
Menurut Romi, Bulog di Tanjab Timur, belum bersahabat dengan petani. Masalahnya Bulog membeli hasil petani masih rendah. Saat ini Bulog hanya membeli hasil panen petani seharga Rp. 7.300 perkilo. Parahnya lagi, nilai beli itu jika petani mengantar hasil panennya ke Kuala Tungkal Tanjab Barat atau Kota Jambi.
“Bulog belum mampu memberi kontribusi bagi petani. Bulog hanya mampu membeli 7.300 itupun harus diantar ke Tungkal atau ke Kota Jambi,”sebutnya.
Nilai beli Bulog itu masih dibawah nilai beli pedagang luar pulau atau Provinsi tetangga. Pedagang mampu membeli hasil panen petani seharga Rp 8.500 sampai 9.000 perkilo. Dan pedagang mengambil di Gudang petani.
”Makanya persoalan ini selalu saya sampaikan kepada Pemerintah Pusat, salah satunya dengan Moeldoko selaku Kepala Staf Khusus Presiden,”tambahnya.
Dilain sisi, untuk mendongkrak harga jual petani Pemda Tanjab Timur, telah membuat kebijakan. Diantaranya mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Tanjan Timur membeli beras petani. Harganya pun 11.000 perkilo. Hanya saja, kebijakan ini hanya mampu menyerap 86.337 Ton pertahun.
Selain kebijakan itu, Pemda Tanjab Timur juga menjalin kerjasama dengan Pemda Kabupaten Lingga. Dan saat ini saat ini Tanjab Timur telah memenuhi kebutuhan beras Kabupaten Lingga sebanyak 750 Ton. Pengiriman sebanyak ini dilakukan secara tradisional. Umumnya beras yang dikirin ke Lingga adalah hasil panen dari Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang.
Mendengar apa yang disampaikan Romi, Moeldoko Kepala Kantor Keperesidenan dan juga ketua HKTI Pusat menegaskan akan menyampaikan persoalan itu ke President dan Mentri.
”saya pastikan apa yang disampaikan petani ini akan sampai ke president saya akan lapor. Dan setelah itu juga saya akan telpon Pak Mentri,”tegasnya. (Amir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here