Cerita Pilu R Selama Tiga Tahun Hidup Bersama Ayahnya,  Hingga Melaporkan Ayahnya Ke Polres Tanjabtim

0
66
Tampak R yang membuat laporan di Polres Tanjabtim atas perbuatan atas perbuatan ayahnya

Serumpuntimur.com, Muarasabak-Sepeninggalan ibundanya tiga tahun silam, R tinggal bersama ayahnya di lorong Melati RT 03, Kelurahaan Muarasabak Timur, Kecamatan Muarasabak Timur Kabupaten Tanjab Timur.  Semula, R hanya menilai bahwa apa yang diperlakukan sang ayah kepadanya, hanya menunjukan sikap kasih sayang sang ayah kepada dirinya. Diaman setiap hari sang ayah selalu memeluk, mencium, dan melakukan perbuatan “seperti itu”  kepada R.

Namun, setelah mendapat teguran dari tetangga dan tetangga mengatakan apa yang dilakukan ayahnya itu tidak boleh, R pun tidak mau lagi melakukanya. Namun, sang ayah selalu memberikan ancaman kepada R, Bahkan akan membunuh  jika R tidak mau melayani nafsu bejat ayah kandungnya.

“mulanya saya hanya beranggapan, apa yang ayah lakukan kepada saya itu tanda sayang ayah kepada saya, tetapi setelah tetangga saya bilang itu tidak boleh, saya tidak mau lagi melakukanya,”ujar R saat dibincangi awak media

R mengaku, kondisi tubuhnya pun saat ini semakin kurus karena selalu melayani nafsu bejat ayahnya. Bahkan, R selalu mendapat ancaman akan dibunuh jika tidak mau memenuhi permintaan ayahnya.

“dulu badan saya tidak seperti ini, sekarang liat sendiri badan saya kurus gini karena ayah aku minta gituan terus, kalau saya tidak melayani, saya dipukul sampai balu-balu,”tuturnya

Beberapa hari yang lalu saja lanjut R, ayahnya minta lagi kepada saya, tetapi saya langsung lari dari rumah dan tidak mau lagi pulang ke rumah.

“saya tidak berani lagi untuk tinggal di rumah bersama ayah,”ucapnya

R mengaku, beberapa waktu lalu sudah pernah melaporkan apa yang dialami saat ini kepada pihak kepolisian, namun tidak ada tanggapan karena saya dianggap mengalami gangguan jiwa. Bahkan, ayah saya sendiri yang menyampaikan kepada orang-orang jika saya tidak waras.

“dulu pernah juga melaporkan ke kepolisian, tapi tidak direspon karena saya dianggap terkena gangguan jiwa, bahkan ayah saya juga sering menyapaikan kepada orang-orang kalau saya tidak waras,”akunya

Hingga saat ini, R yang didampingi Dinas Sosial, Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kamis (27/9) lalu. Melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan ayahnya.

Sementara itu, Kadis Sosial M ridwan mengatakan, pihaknya memberikan pendampingan hukum terhadap korban atas apa yang diduga telah dialaminya karena adanya laporan dari masyarakat.

“Kita kan ada unit penanganan tindak kekerasan perempuan dan anak. Kalau dari perhitungan kita ini masuk dalam kekerasan terhadap perempuan. Kami berusaha untuk memberikan pendampingan baik masalah hukum maupun masalah kesehatannya,” ujar Ridwan.

Untuk saat ini Ridwan belum bisa memastikan dugaan tindak kekerasan seksual yang dilakukan ayah kandung kepada R, pihaknya masih menunggu hasil penyelidiakan.

“Untuk dugaan pelecehan seksual kita belum bisa memastikan, kita menunggu hasil peneylidikan Pihak Kepolisian, nanti disitulah bisa terjawab,” sebutnya.

Sementara itu, untuk masalah kesehatan jiwa R yang diragukan banyak pihak, Ridwan menapik jika R tidak gila, melainkan ia hanya  sedikit stres.

“Ada laporankan korban ini terganggu jiwanya, tapi setelah kami bawa ke Jambi untuk diperiksa, Alhamdulillah ternyata korban tidak gila, namun sedikit setres karena tekanan jiwa,”ucapnya.(Rst)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here