APBD Menurun, Tanjabtim Tempuh Kerjasama Antar Daerah

0
30
Bupati Tanjabtim H. Romi Hariyanto

Serumpuntimur.com, Muarasabak – Menyikapi turunnya APBD sekak dua tahun terakhir, Pemda Tanjab Timur, terus melakukan upaya agar pembangunan tidak jalan ditempat. Salah satunya menjalin kerjasama antar Daerah. Tercata hingga saat ini, sudah 7 kerjasama yang dibangun Pemda Tanjab Timur.

Bupati Tanjab Timur, H. Romi Hariyanto mengatakan, upaya kerjasama digalakakan karena kemampuan keuangan yang terus tertekan. Memang PAD Tanjabtim terus meningkat, tapi Dana bagi hasil migas (DBH) yang menjadi salah satu penopang utama APBD terus menurun.

Bahkan jika dibandingkan 2014, DBH yang diperoleh Tanjabtim tahun ini kurang dari setengahnya. Sementara beban pembangunan kian berat karena sejumlah infrstruktur harus kembali diperbaiki. Belum lagi pembangunan infrastruktur baru yang juga harus dilakukan.

“Tahun 2014 DBH masih di angka Rp 322.759.014.229, sedang tahun ini tingggal hanya Rp 156.265.318.062,”ungkapnya belum lama ini.

Makanya lanjut Romi, kerjasama antar daerah menjadi salah satu pilihan. Saat ini setidaknya sudah ada 7 kerjasama yang dibuat. Diantaranya, kerjasama dengan Pemkab Lingga Provinsi Kepulauan Riau. Kerjasama ini berfokus pada sejumlah sektor. Di antaranya perikanan dan pariwisata. Khusus pariwisata Tanjabtim – Lingga berkomitmen mengelola bersama Pulau Berhala.

Selain itu, Tanjabtim juga menjalin kerjasama dengan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Kerjasama antar Daerah ini bertitik berat pada pembangunan dua wilayah yang saling berbatasan yakni Desa Sungaibenuh Kecamatan Sadu Tanjabtim dan Desa Tanahpilih Kabupaten Banyuasin.

Lebih lanjut Romi menjelaskan, untuk mendukung kebijakan agar tidak ada lagi penanaman Sawit dan melestrikan tanaman lokal yang ekonomis, seperti perkebunan kopi Liberika. Terkkait ini Tanjabtim melakukan kerjasama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Indonesia yang berpusat di Jember Jawa Timur.

Langkah kongkret kerjasama ini didukung PT PetroChina Jabung Limited. Dengan pengembangan kopi liberika ini,”saya berharap dapat menjadi alternatif minat perkebunan masyarakat yang selama ini didominasi kelapa sawit dan kelapa dalam,”jelasnya. (Rst)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here