7 Ayat Ini Yang Ditulis Santri Wali Peetu Sebelum Mandi Safar

0
38
Salah satu santri saat menulis ayat yang mengandung doa ke daun sawang

Serumpuntimur.com,Muarasabak – Mandi Safar merupakan tradisi luluhur yang terus terjaga di Ujung Jabung, tepatnya di Desa Air Hitam Laut. Prosesi Mandi Safar syarat akan muatanbnilai-nilai religius. Pada hari pertama dilakukan khataman Al-quran dengan munajat dan do’a untuk negeri.

Setelah itu, tahapan Mandi Safar yang pertama dilakukan adalah penulisan do’a yang dilaksanakan pada malam Rabu yang ditulis oleh para santri pada daun sawang.

Doa yang ditulis itu adalah 7 ayat yang berwalan salamun (Keselamatan) di dalam Alquran. Do’a ditulis pada daun tersebut karena daun itu tidak meresap, dimaksudkan agar tinta
tulisan itu mudah luntur saat terkena air laut.

7 ayat berwalan salamun yang ditulis santri

“kenapa di daun, karena daun itu tidak meresap tinta. Jadi kalimat-kalimat do’a yang ditulis itu akan luntur dan hilang saat terkena air di laut. Dan saat daunya terbawa ombak ke pantai tulisan do’anya sudah tidak ada lagi,”jelas KH. As’ad Arsyad pengasuh Pondok Pesantren Wali Peetu.

Dalam penulisan itu, melibatkan 101 santri Pondok Pesantren Wali Peetu. Menurut KH As’ad, penulis dibuat ganjil karena Allah Swt menyukai angka ganjil. Doa yang ditulis itu akan diselipkan dipengikat kepala tamu undangan.

“Doa itu akan dibaca bersama sebelum turun mandi. Harapannya saat mandi kita terhindar dari marabahaya. Begitu juga kedepannya kita berdoa agar kita, bangsa kita terhindar dari marabahaya (balak),”katanya. (Amir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here